Pengembangan diri merupakan kegiatan pendidikan di luar mata pelajaran,
sebagai bagian integral dari kurikulum sekolah/madrasah. Kegiatan
pengembangan diri merupakan upaya pembentukan watak dan kepribadian
serta pengembangan bakat, minat dan keunikan diri peserta didik yang
dilakukan melalui :
1. Kegiatan pelayanan bimbingan dan konseling yang dilaksanakan
secara terjadwal 2 jam di dalam kelas dan di ruang konseling serta
pelayanan yang bersifat insidental kepada peserta didik berkenaan
dengan masalah diri pribadi,dan kehidupan sosial, kegiatan belajar, dan
pengembangan karir.
2. Kegiatan ekstrakurikuler yang dilaksanakan secara terjadwal di luar
kelas oleh guru – guru pembina ekstra kurikuler, dikoordinir oleh wakil
Kepala Sekolah bagian Kesiswaan. Peran Konselor dalam hal ini
sebagai need assesment dan wadah untuk memberikan pembinaan
mengenai pengembangan potensi peserta didik, pelayanan konsultasi
serta membantu mengatasi permasalahan-permasalahan yang mungkin
timbul dalam kegiatan tersebut.
3. Pembiasaan yang ditumbuhkan melalui kegiatan rutin, spontan, dan
keteladanan yang baik di dalam kelas maupun di luar kelas. Sedangkan
pembiasaan melalui kegiatan terprogram dilaksanakan secara bertahap
disesuaikan dengan kalender pendidikan, semua guru berpartisipasi
aktif dalam membentuk watak, kepribadian dan kebiasaan positif. Peran
Konselor dalam hal ini memberikan bimbingan dan konseling, arah
pengembangan kebiasaan peserta didik dalam kehidupan sehari-hari
dan sekaligus mengkoordinir penilaian prilaku mereka melalui
pengamatan guru-guru terkait.
Untuk satuan pendidikan kejuruan, kegiatan pengembangan diri, khususnya
pelayanan bimbingan konseling ditujukan untuk pengembangan kreativitas
dan karir. Untuk satuan pendidikan khusus, pelayanan bimbingan konseling
menekankan peningkatan kecakapan hidup sesuai dengan kebutuhan khusus
peserta didik.
________
DOWNLOAD PENGEMBANGAN DIRI